|

|
|
Dalam
mengarungi kehidupan ini kita membutuhkan teman atau wadah
untuk berbagi kisah dan pengalaman dalam mencari jati diri.
Hitam-putih
warna kehidupan akan kita temui dan lalui seperti air yang
selalu mengalir mengikuti lekuk-lekuk tubuh sang bumi, tak
pernah merasa lelah, tak pernah berkata tidak. Semua dilalui
dengan segala ketulusan dan ke-ikhlasan yang sempurna.
|
|
|
| |
| Celoteh-celoteh |
|
Serba-serbi |
Pendakian
bersama menemukan kisah yang sangat berkesan dalam sebuah
persahabatan. G. Gede-Pangrango, 12-13 Juni 2004, bersama
rekan pendaki dari Malaysia (OGKL)

|
Mendaki
bersa ma...hhhmm,
sangat menyenangkan. Tertawa, berlari saling bersenda-gurau
menikmati
perjalanan dengan keindahan alamnya yang sangat menyejukan
hati :)
|
| |
|
Ada
cerita menarik, kisah
yang sangat menegangkan yang mungkin hanya sekali
seumur hidup kita hadapi, mengisi buku harian ini
dengan berbagi macam pengalaman yang unik dan mengesankan. |
| |
Jejak
kabut meninggalkan 1000 tanya, tapak-tapak kebingungan
menyertai kalbu.
Berharap jawab yang tak terkira... adakah yang kuharap???
Selengkapnya
|
|
|
Gathering
Nasional I #pendaki Indonesia di Ranca Upas - Bandung,
tanggal 6-8 Agustus 2004. Semoga menjadi ajang untuk
berbagi pengalaman yang berharga dalam hidup ini.

|
| |
|
|
Kekeringan...
kebakaran hutan...
kemarau yang panjang
Gejala
alam yang sulit diprediksi dan semakin buruk. Mungkin
salah satu penyebabnya adalah pemanasan global akibat
emisi GRK (Gas Rumah Kaca) diantaranya disebabkan oleh
senyawa CO2, N2O, CH4. Meningkatnya suhu bumi
yang banyak mengakibatkan kerugian bagi penduduk dunia,
terutama negara-negara miskin dan berkembang. Emisi
GRK yang semakin meningkat dimulai semenjak Revolusi
Industri di barat pertengahan abad 19 (1850-an) yang
mana pemakain BBF (Bahan Bakar Fosil) sangatlah dominan.
Memang ada upaya dari badan dunia utk mencoba menstabilkan
emisi GRK dgn diadakannya KTT Bumi di Brasil hingga
tercetusnya Protokol Kyoto di Jepang tahun
1997, dan seterusnya. Dari Protokol Kyoto inilah dihasilakan
beberapa point yang sangat penting, salah satunya adalah
Clean Development Mechanism (CDM)
atau Mekanisme Pembangunan Bersih. Dimana CDM ini tidak
hanya dilaksa oleh nagara maju (yg dianggap penghasil
emisi GRK terbesar) tapi juga bisa dilakukan oleh negara-negara
berkembang. CDM yang harusnya mulai diterapkan oleh
negara kita sesuai dengan Protokol Kyoto yang di terifikasi,
maka perusakan lingkungan dapat di minimalisasi tanpa
menghambat pembangunan negeri ini.
|
|
diary
‘hijjau’…
“Uhhh…akhirnya
aku kembali berada dibelantara lebatnya hutan seorang
diri, terasa kesunyian dan kedamaian dirasakan”. Yaa,
setelah lebih dari lima tahun aku tak lagi melakukan
pendakian solo mengunjungi gunung-gunung yang menjadi
sahabat terbaik-ku.
Begitu ku menikmati saat-saat kesendirian seperti
ini, banyak hal yg bias aku renungi, seperti memutar
kembali kisah kehidupan yg lalu. Kadang tersimpul senyum
mengingat kembali kisah-kisah ku dulu...
Selengkapnya
|
| |
| |
| |
| Buat
rekan-rekan yang memiliki
artikel / data mengenai kegiatan alam bebas silahkan
kirim ke : hijjau@pendakierror.com
|
|
|
|